blogger-newbie, panduan belajar blog bagi pemula

Kekurangan Dan Kelebihan Reseller Atau Dropshipper

07.02.00 eka julianto arif 0 Comments

Kekurangan Dan Kelebihan Reseller Atau Dropshipper


Assalamualaikum Sobat Blogger juga Netter.
Kini saya akan menyinggung tentang Reseller dan Dropshiper. Dengan maraknya pengguna internet apalagi pengguna sosmed (Sosial Media) yang semakin meningkat. Banyak teman-teman netter yang ikut nyemplung ke bagian bisnis dropship atau reseller. Ada yang menghasilkan dan ada juga yang tidak. Itulah bisnis yang kuat dia bertahan dan maju, yang lemah berantakan dan mundur.. hehehe

Apa sih itu Reseller dan Dropshiopper?


Reseller adalah seorang pebisnis yang melakukan proses jual beli dengan langsung membeli barang dari grosir/supplier, disimpan sebagai stok, untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen.

Dropshipper adalah pebisnis yang melakukan proses jual beli tanpa membeli barang dari grosir/supplier, yang dilakukan hanya melakukan promosi kepada orang yang menjadi prospeknya. Saat ada pemesanan dan pembelian, seorang dropshipper akan meneruskan order tersebut kepada grosir/supplier untuk dilakukan proses pengepakkan dan pengiriman langsung ke alamat konsumen.

Nah... Itu pembedanya hanya di stok barang dan modal saja. Kalau Reseller mereka membeli dan menyetok juga membutuhkan modal besar, tapi kalau dropshipper tanpa membeli juga menyetok, hanya memasarkan saja. Persamaannya sama-sama menjadi pemasar produk orang lain. hehehe

Kalau diteliti lebih enak menjadi dropshipper, karena tidak membutuhkan modal besar. Hanya memasarkan saja. Tapi ada juga kekurangannya agan-agan yang belum tahu, yang sudah tahu mungkin tidak usah repot membaca artikel ini. hehehehe Just kidding ..

Menurut Fathul Husnan penulis karya Buku Sakti Membuat Toko Online dengan Blogger, ini beberapa kekurangan juga kelebihan menjadi dropshipper juga reseller, Cekidot...

Kekurangan Dropshipper

1. Keuntungan Kecil

Modal awal memang kecil, bahkan tanpa modal, tapi begitu pula keuntungannya. Jika berjualan dengan system dropship, keuntungannya bisa terbilang kecil. Bisa saja seorang dropshiper menaikkan harganya agar keuntungannya besar, tapi hal demikian cukup beresiko. Karena hal tersebut bisa merusak kepercayaan pelanggan. Dropshipper biasanya tidak menetapkan harga yang jauh dari harga yang ditetapkan supplier.

2. Sulit Menjual Barang Yang Belum Pernah Terlihat

Biasanya seorang dropshipper tidak megetahui  tentang barang yang dijualnya. Saya pernah mencoba menjadi dropshipper, ada yang bertanya tentang suatu barang yang saya jual di internet secara detail. Saya agak kurang faham seluk beluk barang tersebut, membuat saya bertanya bolak-balik ke supplier, tidak bolak-balik juga sih hanya lewat BBM saja. Itupun membuat pelanggan kecewa karena pelayanan agak lama, menjadikan dia tidak jadi beli. hehehehe. Usahakan Anda tahu barang yang anda jual, biar tidak jadi seperti pengalaman saya..Ini pengalaman saya bukan menurut Pak Fathul Husnan, hmmmm

3. Info Stok Barang Tidak Selalu Up to Date

Info mengenai habis tidaknya barang, tidak diketahui langsung oleh droshipper. Karena memang data tersebut ada pada si supplier. Jadi, dropshipper sulit untuk mengetahui barang yang dia jual masih tesedia atau tidak. Bisa saja ketika barang yang dijual dropshipper ingin dibeli, ternyata sudah habis, tapi di website sang supplier belum terupdate.

4. Komplain Dari Pelanggan

Ini sama seperti yang disebut diatas, bisa saja sewaktu terjadi kendala ketika pengiriman barang dan membuat pelanggan komplain atas keterlambatan barang tersebut. Atau, bisa saja kualitas barang yang dijanjikan oleh dropshipper tidak sesuai dengan apa yang dikirim supplier. Hal ini akan membuat pelanggan kecewa dan komplain terhadap si dropshipper. Ketika ada komplain, pastinya si dropshipperlah yang menanggung keluhan-keluhan dari pelanggan, bukan si supplier.


Kelebihan Dropshipper

1. Hanya Membutuhkan Sedikit Modal

Seperti yang dijelaskan, kalau enaknya jadi dropshipper itu tidak membutuhkan modal yang cukup besar untuk menjalankannya. Ada modalnya, mungkin hanya sedikit, hanya biaya quota internet. Dengan memasarkan via media sosial, blog, forum, aplikasi mesenger smartphone, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Tidak Ada biaya Opreasional

Sama dengan poin nomor satu. Selain modal, dropshipper pun tidak membutuhkan biaya operasional yang cukup besar juga. Biaya operasionalnya sangatlah kecil, bahkan tidak ada. Kalaupun ada, itu hanya untuk membayar koneksi internet.

3. Simple Dan Mudah

Sebagai seorang dropshipper, tidak perlu berurusan dengan pengadaan stok, pengepakkan barang, pengiriman barang karena semua itu sudah menjadi tanggung jawab sang supplier.

4. Bisa Dikerjakan Dimana Saja

Bisnis ini bisa dikerjakan dimana saja dan kapan saja, yang terpenting terkoneksi internet dan gadget yang memadai. Dengan menggunakan aplikasi mesenger, medsos, dan aplikasi lainnya. untuk mempermudah berkomunikasi pemesanan barang, dari konsumen ke dropshiper dari dropshipper ke supplier. Dari supplier ke konsumen. Mudah bukan?

Nah, kalau menjadi Reseller bagaimana gan? ini juga dibawah saya sebutkan Kekurangan juga kelebihan menjadi seorang supplier.

Kekurangan Reseller

1. Modal Yang Dibutuhkan Sangat Besar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk menjadi seorang reseller dibutuhkan dana yang besar. Kurang lebih modalnya sejutaan, karena tidak mungkin seorang reseller membeli 1 atau 2 barang saja yang akan dijual.

2. Sepi Pelanggan Bertanda Bangkrut

Ini yang paling parah, karena reseller harus mengeluarkan dana yang besar untuk membeli barang dari sang supplier. Maka jika dia sepi pembeli pertanda barang yang sudah dibeli tak laku, alias bangkrut.

3. Repot

Seorang Reseller harus melakukan pengadaan stok barang, pengemasan barang, dan juga pengiriman barang sendiri.


Kelebihan Reseller

1. Bisa Mengetahui Stok Barang

Karena barang sudah ada jadi dia bisa mengetahui stok barang. Apakah masih ada ataukah sudah habis.

2. Tahu akan Kondisi Barang

Sudah dipastikan jika barang sudah dipegang oleh Reseller, dia akan tahu kondisi fisik barang tersebut.

3. Bisa Menerima Pelanggan Secara Online Maupun Offline

Jika seorang dropshipper tidak memegang barangnya menjadikan dia hanya menjual secara online atau hanya memasang foto saja. Nah kalau jadi seorang Reseller bisa menerima orderan baik online maupun offline, bahkan bisa COD an (Cash On Delivery). Bahkan sang Reseller bisa membuka toko sendiri.

4. Bisa Menjelaskan Spesifikasi Produk secara Lebih Detail

Seperti yang saya sebutkan jika seorang dropshipper tidak bisa menjelaskan secara detil, karena tidak memegang barangnya. Kalau Reseller tahu betul bagaimana keadaan produk secara detail.


Nah, itulah kelebihan juga kekurangan baik dropshipper maupun Reseller. Pilihan ditangan kita apakah mau menjadi dropshipper atau Reseller...

Bagi Anda yang belum memiliki toko online bisa Anda ikuti tutorial caranya disini:

http://profitecover.com/dropshipping/

Nanti Anda akan belajar membuat Toko Online Dropshipping baik Anda yang pemilik produk pun bisa, tanpa harus dibantu oleh orang lain, panduannya lengkap saya buat..

Terima kasih semoga bermanfaat...
Dapatkan tips bisnis internet dan nge blog Dari Saya Langsung Via Email Secara GRATIS??
*Cek email yah, infonya dikirim via email

0 komentar:

Silahkan beri komentar, terima kasih sudah berkunjung..