blogger-newbie, panduan belajar blog bagi pemula

Ramenya Liburan Berkunjung Ke Kota Tua Fatahillah

11.31.00 eka julianto arif 0 Comments

Ramenya Liburan Berkunjung Ke Kota Tua Fatahillah


Hari ini tidak ada acara, seperti biasa melihat-lihat isi laptop yang sama saja. Jika didiamkan saja, mulailah browsing-browsing. Lama kelamaan bosan juga, akhirnya kuputuskan untuk beranjak dari depan desktop dan untuk jalan-jalan bersama adik.

Dan bersama siapa lagi mereka sudah pergi atau sayanya yang menjauh. Ah sudahlah saya tak mau merisaukannya. Tak mau pula Anda tahu tentang curhatan saya, karena tidak terlalu penting alias bukan artis, walaupun artis tentu tidak membuat orang tertarik. Hanya segelintir orang saja untuk membuat heboh dan meramaikan jagad hiburan tanah air yang mulai menjauh dari hiburan yang sesungguhnya...

Sudahlah... saya akhirnya menuju ke Kota Tua Jakarta untuk sekedar tahu saja bagaimana sih Kota Tua itu dan penampakannya seperti apa?
Saya penasaran dari dahulu kala... hehhee..
Karena teman-teman banyak sekali memamerkan foto-fotonya di sana. Karena sibuk atau mungkin sok sibuk aja kali yah jadi tidak sempat berkunjung kesana kemari.

Ramenya Liburan Berkunjung Ke Kota Tua Fatahillah
source google


Dan ternyata setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh dan macet, akhirnya sampai juga ke Kota Tua yang beralamatkan di


Museum kota tua atau yang sering kita dengar dengan sebutan Museum Fatahillah. Mengapa dinamakan museum Fatahillah karena  dalam sejarahnya museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah no.1, Jakarta Barat yang luasnya lebih dari 1.300 m persegi, alamatnya seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya diatas.

Museum ini pun memiliki sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah cukup panjang. Museum ini juga banyak menyajikan peninggalan-peninggalan kuno jaman dahulu kala, pada masa kejayaan pelabuhan sunda kelapa, era penjajahan, hingga ke masa setelah kemerdekaan.  Arsitektur bangunannya pun masih sangat kental dengan budaya Belanda.



Gedung ini dahulu merupakan Balai Kota Batavia VOC (bahasa Belanda: Stadhuis van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

source image www.livius.org





Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
 Museum ini mempunyai sebanyak 23.500 barang sejarah, baik benda berupa barang yang asli ataupun barang replika. Barang-barang hasil koleksian di museum ini berasal dari Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum).

Museum Jakarta Lama juga memiliki sedikit sejarah. Pada tahun 1919, dalam rangka 300 tahun berdirinya kota Batavia, warga kota Batavia khususnya Belanda mulai tertarik dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1930 didirikanlah sebuah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama).

Pada masa kemerdekaan, Oud Batavia berubah nama menjadi Museum Dakarta Lama dibawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan pada tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Usai diresmikan maka seluruh koleksi dari museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan ditambah dengan koleksi dari Museum Nasional.

Oud Batavia juga mempunyai tujuan yaitu untuk mengumpulkan segala ihwal (berbagai macam hal : kejadian, peristiwa, masalah, dan sebagainya) tentang sejarah kota Batavia. Pada tahun 1936 akhirnya Museum Oud Batavia di resmikan oleh Gubernur  Jenderal Tjarda van Stakenborgh Stachouwer (1936-1942), dan dibuka untuk umum pada tahun 1939.

source wikipedia.org
Oud Batavia juga merupakan lembaga swasta dibawah naungan Koninkklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) (bingung ejanya yah.. hehehe) yang didirikan pada tahun 1778 dan juga ikut serta dalam mendirikan Museum Nasional.

Barang hasil koleksian yang ada di museum ini kebayakan merupakan peninggalan-peninggalan masyarakat Belanda yang dulunya tinggal di Batavia sejak awal abad XVI, seperti mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, serta buku-buku.

Dulu letak Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum) berada di Jalan Pintu Besar Utara No.27, yang kini ditempati Museum Wayang.

museum wayang


Adapula diantara banyaknya koleksi yang penting untuk diketahui oleh masyarakat adalah Prasasti Ciaruten, yaitu peninggalan dari Kerajaan Tarumanegara, adapula peninggalan-peninggalan lainnya yang penting.

Tak mau melewatkan moment disana, saya sudah pasti tak lupa berfoto dengan manusia yang berkostum seperti patung pahlawan, nyonya belanda, ondel-ondel. dan banyak pula yang menjual pernak pernik untuk oleh-oleh juga jasa lukis foto, tatto dan penjual makanan.

Yang agak membuat risih yah pengamen itu, jika kita sedang duduk pasti mereka akan mendekati dan menyanyikan sebuah lagu untuk Anda. Bagi saya agak risih gak tau bagi Anda jika Anda berkunjung ke sana.

Ini sedikit dokumentasi disana..
Gedoeng Jasindo







Merayu Nih yeh...

sebenarnya malu fose foto ini, ikutin perintah nyonya aja
















museum fatahillah


cafe batavia












Yasudahlah akhirnya saya pulang kembali ke rumah dengan selamat walaupun tadi hampir saja tertabrak mobil Truck untung remnya pakem. Alhamdulillah..

sumber info 
http://muspen.kominfo.go.id/index.php/berita/464-sejarah-kota-tua-fatahillah
http://www.jeforah.org/jakarta-kota-tua

0 komentar:

Silahkan beri komentar, terima kasih sudah berkunjung..