Liburan gak harus selalu ke tempat wisata alam atau pusat perbelanjaan. Mengunjungi Museum Nasional Jakarta bisa menjadi pilihan liburan yang seru sekaligus mendidik. Tempat ini dikenal sebagai rumah bagi ribuan koleksi benda bersejarah dan budaya dari berbagai penjuru Nusantara, tempat ini juga menyimpan jejak peradaban panjang yang menjadi identitas bangsa. Yuk, ikuti perjalanan kita menyelami kekayaan warisan leluhur di salah satu museum terbesar di Indonesia ini di artikel Liburan Edukatif: Mengunjungi Museum Nasional, Rumah Ribuan Koleksi Berharga yuk disimak.
Awal mula sih berencana weekend gak jauh-jauh, tapi kalau saya biasanya merencanakan sesuai rencana biasanya gak terlaksana. Makanya mending dadakan rencananya bisa terlaksana. Karena kalau gak gitu,ada aja kendala yang bikin kita gak bisa berangkat. Malah Curhat...
📍 Akses & Lokasi
Museum Nasional Indonesia terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis, tepat di sebelah barat Monas (Monumen Nasional) dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota. Wajarlah namanya juga di Jakarta.
Jam Operasional:
Selasa – Minggu: 08.00 – 16.00 WIB
Hari Senin dan hari libur nasional: TUTUP
Harga Tiket Masuk Terbaru:
Pengunjung Dewasa: Rp 40.000 an ( Saat kita berkunjung Minggu, 5 Juli 2026, untuk 3 orang saya membayar sekitar Rp130.000. Harga bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya cek informasi terbaru di loket ya" biar gak membingungkan.)
Pelajar / Mahasiswa (dengan kartu pelajar): Kurang tahu apakah dibedakan atau enggak harganya
Anak-anak (usia 3–6 tahun): Sama biayanya, kecuali dibawah umur 2 tahun gak bayar alias gratis.
Diloket ada dua ya, ada yang pakai mesin non tunai kita pencet-pencet tombol sendiri. Ada yang ke kasirnya (ini juga bisa bayar non tunai dengan QRIS).
Setelah bayar akan diberikan struk pembayaran dan Barcode kertas masuk museum (jangan dibuang dulu untuk discan di pintu masuk oleh penjaga), serta gelang kertas yang di pakai di tangan sebagai tanda bisa masuk ke Museum Nasional tersebut.
Perjalanan Rute Menuju ke Museum Nasional
TransJakarta:
Naik koridor 1 (Blok M – Kota), turun di halte Museum Nasional.
Kereta Commuter Line:
Turun di Stasiun Juanda atau Stasiun Gambir, lalu berjalan kaki sebentar.
Kendaraan Pribadi:
Tersedia area parkir yang cukup luas di lingkungan museum. Saya melakukan jalur ini yaitu motoran aja, lumayan perjalanan ditempuh sekitar 1 jam 15 menit jika gak penuh jalanannya bisa lebih cepat atau lebih lambat.
Ada kejadian lucu, disaat masuk dan mau dapetkan tiket parkir saya salah pencet, harusnya di mesin parkir motor, bukan di mesin parkir mobil. Aduh era aing cek orang sunda mah.
Keinget kejadian waktu masuk acara Seedbaclink Summit 2026 yang diadakan oleh Perusahaan Seedbacklink di Hotel Ritz Calton, saya gak punya kartu parkir seperti Brizz untuk pembayaran masuk dan keluar yang menyebabkan saya parkir diluar Hotel Ritz Calton tersebut. Kejadian ini terluang ketika kita mau pulang gak punya kartu pembayaran parkir, untung di bantu security dibayarin pakai kartu dia dan kita ganti uangnya. Sungguh Malu saya kelupaan kalau di Jakarta udah canggih. Harus beli nih biar gak was was dan malu-maluin.
✨ Bagian yang Menarik untuk Dikunjungi
Museum Nasional menyimpan lebih dari 140.000 koleksi yang terbagi ke dalam beberapa ruang pameran. Saking banyaknya saya bingung mau kemana dan identifikasi fotonya apa aja. Yang saya inget, pernah liat konten Immersive Museum Nasional di Platform TikTok, namun gak ketemu bos dimana itu, karena saya lupa namanya mau nanya ke petugasnya, saya lupa apa yah, padahal saya kepengen banget tuh lihatnya. Kita duduk diruangan, dan ditayangkan video lengkap seperti kita berada didalam ruangan tersebut, dinding, atap, dan lantainya full video itu. Ah gak nemu sih.
Beberapa yang paling wajib Anda lihat
Koleksi Arca
Beragam patung dewa-dewi dan tokoh penting dari masa kerajaan Hindu-Buddha seperti Mataram Kuno, Sriwijaya, hingga Majapahit. Salah satu yang paling ikonik adalah Arca Adityawarman dan Arca Ganesha berukuran besar.
Prasasti & Naskah Kuno
Bukti tertulis sejarah Nusantara seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Talang Tuo, hingga naskah kuno di atas daun lontar yang menceritakan kebudayaan masa lalu.
Peralatan Tradisional
Senjata tajam, alat pertanian, alat rumah tangga, hingga pakaian adat yang beragam dari Sabang sampai Merauke.
Benda Seni & Emas
Ruang khusus yang menyimpan harta karun berupa perhiasan emas, mahkota raja, dan benda keramat peninggalan kerajaan Islam di Indonesia.
Fosil & Sejarah Alam
Mulai dari fosil manusia purba hingga perkembangan geologi kepulauan Indonesia.
Koleksi Uang Jadul
Banyak banget jenis uang dari zaman kerajaan hingga kemerdekaan, bentuk dan warnanya unik sekali Koleksi lengkap uang zaman dulu (jadul) yang bisa Anda temui, mulai dari uang logam sampai uang kertasnya, namun kata nya sih gak boleh di foto.
👤 Mengenal Paras Nusantara
Yang paling bikin penasaran juga ada ruangan Mengenal Paras Nusantara.
Di sana kita bisa lihat langsung perbedaan ciri wajah dan karakteristik orang-orang dari berbagai suku di seluruh Indonesia. Luar biasa banget, beda-beda tapi tetap satu kesatuan!
Dilayar ditampilkan wajah-wajah Nusantara dengan ada teknologi AI mencocokan wajah foto kita mirip dengan suku apa yang ada di Nusantara ini. Teknologi AI ini sangat menarik pengunjung yang Antri panjang, saya males mau ikutan. Saya fotoin dan selipkan video nya aja ya. Berbayar ya non tunai juga sekitar 30ribuan (harga dapat berubah seaktu-waktu).
📸 Ada Fotobooth Seru!
Letak fotobooth ini pas banget habis masuk di pintu masuk langsung ketemu benda asing ini. Ini juga salah satu yang seru sih bagi saya, namun berbayar juga perfoto katanya 15rb tertulisnya. Kok pas di cetak 30rb an perfotonya, ini non tunai ya pakai QRIS yang tertera di layar.
Caranya mudah, klik foto aja dulu sampe 3 kali sesi foto. Setelah itu di pilih foto terbaik beserta Frame nya, tinggal Anda klik aja pilih yang mau di Print atau di Download aja. Setelah selesai, maka akan muncul QRIS pembayarannya kemudian bayar deh.
Tunggu Foto di print di samping agak bawah ya ada kotak. Print an nya agak lama jadi tunggu aja. Kalau mau di download aja biar Anda bisa pajang di Sosmed juga bisa, setelah berfoto nanti ada barcode yang bisa Anda scan untuk di download di smarphone Anda. Yuhu jadi deh fotonya.
![]() |
| Hasil Fotobooth |
Jangan lupa mampir ke area fotoboothnya ya! Kita bisa foto pakai latar belakang khas museum atau bahkan pakai baju adat sepuasnya. Lumayan banget buat stok foto di sosmed dan kenang-kenangan berkunjung ke sini.
💭 Kesan Pribadi
Berjalan menyusuri lorong-lorong Museum Nasional rasanya seperti melakukan perjalanan melintasi waktu. Setiap benda yang dipajang seolah bercerita tentang perjuangan, kebijaksanaan, dan kekayaan budaya nenek moyang kita. Nenek Moyang kita Pelaut bukan sih? Pelaut kayaknya sih pas banjir Nabi Nuh berlayar keseluruh penjuru bumi karena tenggelam.
Hal yang paling berkesan bagi saya adalah betapa beragamnya budaya di Indonesia namun tetap menyatu menjadi satu identitas bangsa.
Melihat langsung detail ukiran pada arca dan kilau emas peninggalan leluhur membuat rasa bangga sebagai orang Indonesia semakin besar. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat saat berkeliling, karena setiap sudut selalu menyimpan hal baru yang menarik untuk dilihat.
🎯 Manfaat Berkunjung ke Museum Nasional
Mengunjungi museum bukan sekadar melihat benda tua, tapi banyak manfaat yang bisa didapatkan, Manfaat dari Museum gajah ini yang sebagian orang menyebutnya seperti itu, yaitu
Belajar Sejarah dengan Cara Menyenangkan
Bukan hanya membaca di buku pelajaran, kamu bisa melihat langsung bukti nyata perjalanan bangsa.
Memperluas Wawasan Budaya
Mengenal keberagaman adat istiadat, seni, dan kebiasaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Cocok untuk Semua Usia
Sangat direkomendasikan untuk wisata keluarga. Anak-anak bisa belajar sambil bermain, sehingga pelajaran sejarah tidak terasa membosankan.
Menenangkan Pikiran
Suasana yang tenang dan penuh ilmu juga bisa menjadi sarana melepas penat sejenak dari hiruk-pikuk kota. Kayaknya sih agak kurang karena buanyak banget pengunjungnya bikin lier ketemu banyak orang.
💡 Saran Sebelum Berkunjung
Waktu Terbaik
Datanglah pada hari kerja (Selasa–Kamis) agar tidak terlalu ramai dan bisa menikmati setiap ruangan dengan tenang. Hindari hari libur akhir pekan jika kamu tidak suka antrean panjang.
Karena weekend kesananya jadi penuh banget orang, wajar sih emangnya nih tempat milik bapak moyang lo..
Nanti kayak viral nya seorang tiktokers yang sedang nge Gym angkat Burbel 10 kg an take video, kemudian ada yang lewat menghalangi videonya. Reaksi dia banting burbel kebawah kayak ngomel gitu. (aduh kok ini jadi ghibah)...
Hal yang Perlu Diperhatikan
Berikut beberapa hal yang kudu diperhatikan saat berkunjung kesana, yaitu
- Bawa kartu pelajar jika ada untuk mendapatkan potongan harga tiket. (kalau ini kurang tau ya)
- Dilarang menyentuh benda koleksi.
- Dilarang mengambil foto dengan menggunakan lampu kilat (flash) agar tidak merusak benda kuno. (khawatir aja)
- Sebaiknya bawa botol minum sendiri dan camilan ringan, karena ada area khusus untuk makan dan minum.
- Gunakan peta museum atau tanya petugas jika ingin fokus melihat koleksi tertentu agar tidak tersesat.
Siapa tau saran ini berguna untuk Anda saat mengunjungi kesana biar ada persiapan aja gitu, pas banget Anda searching dan ketemu tulisan saya ini di blog ini.
Itulah pengalaman seru kita berkunjung ke Museum Nasional. Tempat ini membuktikan bahwa liburan bisa sekaligus menambah wawasan dan rasa cinta terhadap tanah air. Jadi, tunggu apa lagi? Ajak keluarga atau teman-temanmu, dan mari kita lestarikan warisan budaya bangsa dengan mengenalnya lebih dekat. Sampai jumpa di petualangan selanjutnya!
🚀 Yuk Bekerja Sama Bareng ekagoblog.com
Bantu Penulis biar makin Semangat Nulisnya:
Kamu bisa langsung transfer ke rekening BSI: 7237117300














Social Media