Kali ini kita akan menjelajah ke Masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu yang saya beri judul Menjelajahi Masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu: Keajaiban Arsitektur dan Spiritualitas* yang menempuh perjalanan sekitar 42 menit kalau dari rumah saya.
Walau perjalanan kesana baru mulai saja udah Alhamdulillah hujan besar, karena naik motor yah berteduh dulu kita di depan mini market
Setelah berteduh sekitar 2jam an, hujan reda walau masih rintik-rintik kita lanjutkan saja perjalanan. Dan masih tetap gak berhenti hujannya.
Pendahuluan : Sejarah Singkat Masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu
Masjid Nurul Yaqin atau Masjid Pintu 1000 di Tangerang didirikan sejak tahun 1978 oleh Syekh Al Bakhir Mahdi Hasan Al Qudrotillah Al Muqoddam yang dikenal sebagai Al Faqir.
Beliau merupakan keturunan keenam dari Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Masjid tersebut didirikan dengan menggunakan uang pribadinya tanpa bantuan pihak lain.
Daerah sekitar masjid ini sudah di kelilingi oleh komplek Pabrik, bukan daerah kampung lagi, saya kira kita kesasar karena ketika hendak sampai ke lokasi dikelilingi oleh kawasan pabrik dan pergudangan. Kalau Malem-malem kesini kayaknya saya khawatir begal, mending siang hari yah kalau kesini.
Sejarah dan Arsitektur dari masjid ini seperti nuansa zaman dahulu dengan atap yang gak terlalu tinggi dan ornamen kaligrafi yang banyak sekali. Dimana-mana banyak tulisan kaligrafi Arab maupun tulisan Indonesia.
Karena kehujanan dan kedinginan jadi gak fokus menjelajahi daerah sana, bingung juga sih pengurusnya juga cuek aja karena mungkin saya kesana hanya sekeluarga tanpa kelompok seperti ibu-ibu pengajian.
Ketika kita sampai disana banyak ibu-ibu pengajian rame banget, maybe satu bis datangnya. Mereka sibuk beristirahat dan ngopi untuk bapak-bapaknya (yang bagi saya pribadi gak banyak bapak-bapaknya) juga anak kecil ngemil makanan ringan.
Foto diatas merupakan depan dari parkir motor yang ke arah kanan masuk musholah dan tempat wudhu perempuan dan tempat wudhu laki-laki. Begitu pula makam
Saya berfikir ini sebenarnya seperti komplek karena katanya namanya masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu, namun di dalam nya terdapat musholah yang dinamankan Musholah Ratu Ayu Purnama Dewi Syaripah AlMuqoddam 999, bisa Anda lihat foto berikut ini.
Suasana di dalamnya seperti dibawa ke masa lalu, zaman-zaman saya kecil dulu.
Makam Keramat Syekh Ami Al Faqir Mahdi Hasan AlQudrotillah Al Muqoddam
Disana saya melihat ada 6 kuburan makam didalam sebuah ruangan yang gak boleh di masukin peziarah, hanya bagian luar saja kita bisa melihatnya.
![]() |
| Makam Keramat Syekh Ami Al Faqir Mahdi Hasan AlQudrotillah Al Muqoddam |
Kita hanya bisa mengirimkan doa tawashul disamping makamnya terdapat majlis bisa untuk sholat juga bukan hanya untuk mengaji.
Silsilah Nama Untuk Doa Di Makam Keramat Syekh Ami Al Faqir Mahdi Hasan AlQudrotillah Al Muqoddam Masjid Nurul Yaqin Seribu Pintu
Ditempat ini terdapat beberapa nama-nama yang bisa kita kirim doa yaitu
- Ibunda Hajjah SHofiah binti Su'it Sulaiman
- Syekh Ami Al Faqir Mahdi Hasan Al Qudritillah Al Muqoddam bin haji Hasan bin Haji Andrias bin Haji Bahrul Ulum bin Haji Faisol bin Pangeran Jayalalana bin Pangeran Aryadillah Al Bantani (Pendiri Masjid Agung Nurul Yaqin Pintu 1000, 999)
- Ummi Siti Nur Asiah Al Muqoddam binti Pi'an
- Ahmad Sulthon Agung Maulana Purnama Sejati Al Muqoddam (anak)
- Ahmad Abdul Hasan Al Muqoddam (cucu).
![]() |
| Silsilah Nama Untuk Kirim Doa |
Setelah selesai mengirim doa dan sholat Zhuhur, kita melanjutkan dengan makan berbekal di rumah. Tadinya saya kepengen masuk ke komplek satu lagi yang khusus berdoa. Ada penjaga dan juga ada Ustadz yang memimpin doanya.
Saya tanyakan ke orang situ harus nunggu giliran keluar baru kita diperbolehkan masuk.
Suasana gak kondusif, Qiana rewel aja nangis aja. Mana kalau nangis udah kayak pake speaker bluetooth yang volumenya di Full 100%. Kata Ustadz nya nunggu anak gak rewel, Mungkin biar khusyuk dalam berdoa di dalam.
Saya gak tahu dan gak ngerti di komplek satu lagi itu apa? Tadi kan ada makam yang baru saja saya dan keluarga kirim doa, nah ternyata ada lagi.
Tips dan Saran
- Datang pagi hari untuk menghindari kerumunan, bagi saya kurang ramai bisa jadi karena sedang hujan deras dari pagi sampai sore.
- Pakai pakaian yang sopan dan nyaman, untuk berkunjung dan ikut mendoakan orang-orang sholeh disana dan semoga kita yang masih hidup diberi keberkahan juga ketika kita meninggal nanti banyak juga di kunjungi oleh orang-orang beriman (Aamiin ya Rabb).
Kesimpulan
Gak ada yang wow, karena memang ini masjid sudah dari zaman dahulu. Bukan saya menjelekan memang apa adanya begitu. Kita hanya berniat berkunjung dan kirim doa saja.
Kalau ingin ekspektasi lebih sepertinya gak bisa, karena disana gak ada Maps (Peta) yang memberitahukan kita kemana saja tempat-tempat berkunjungnya.
Misalnya kalau mau ke makam lokasi disini, kalau mau ke Taman masjid kesana yang ada petunjuk arah yang jelas biar kita gak bertanya-tanya kayak orang tersesat.
Kita berfikirkan itu 1000 pintu, di ibaratkan yah luas dan megah bagi orang yang belum kesana. Jadi so pasti kita akan mendapatkan banyak hal terutama foto-foto untuk kenangan karena telah berkunjung.
Mungkin pada zamannya ini sebuah kemegahan, namun pada zaman sekarang agak kurang harus nya dari pemerintah setempat di pugar ulang untuk menjadikan wisata religi juga bisa jadi rekreasi keluarga.
Pada akhirnya saya ucapkan Alhamdulillah Lumayan lah kita berekreasi mengenalkan wilayah Tangerang ternyata ada juga lho tempat kuno yang bisa dikunjungi.
Bagaimana? Apakah Anda ingin kesana juga Masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu? 😊
Terima kasih sudah mampir sejauh ini dan membaca Menjelajahi Masjid Nurul Yaqin Pintu Seribu: Keajaiban Arsitektur dan Spiritualitas.













Social Media