Adakalanya lagi hubungan pertemanan disangka kita baik-baik saja, tau-tau eh kok beda banget ya vibes nya? Atmosfer tongkrongan atau grup Whatsapp berbeda dan berubah drastis. Chat di read doank, kalau kita bicara seolah angin lalu dan kita merasa ada "tembok tak kasat mata" yang membatasi sengaja dibangun oleh teman-temanmu sendiri. Itulah namanya Collective Silent Treatment atau Ostrac, menurut pencarian saya di google maupun AI dalam dunia Psikologi. Yuk disimak kenapa begitu dan gimana sikap Anda jika diperlakukan kayak gitu?
Dibegituin itu rasanya campur aduk kayak gado-gado, tapi mendingan gado-gado dimakan enak. Lah kalau ini ada rasa bersalah, eneg, bingung, marah, emosi dan melelahkan. Tega sih bagi saya teman seperti itu? Itu namanya bukan teman yang ingin berteman baik, inginnya bermusuhan aja negatif aja bawaannya.
Daripada kita nih yah ngemis perhatian mereka biar kita gak didiemin kayak gitu? Mendingan nih pakai cara elit alias elegan untuk hadepin situasi kayak gitu dengan kepala dingin.
Silent Treatment Psikologi: Mengapa Mereka Melakukannya Bersama-sama?
Kenapa sih gak sendirian aja silent treatment nya aja?
Malah ngajak teman?
Bukankah kalau ada masalah atau beda pendapat itu sesuatu hal yang wajar atau gak bisakah berkomuniasi dengan baik, selesaikannya?
Kita harus paham dulu psikologis di balik tindakan aneh mereka ke Anda atau saya? Hehehe
Antara lain alasannya yaitu sebagai berikut
Mental Pengecut
Menghadapi seseorang secara langsung atau disebut konfrontasi (bahasa kerennya)
satu lawan satu itu butuh keberanian.
Menyerang lewat diam secara berkelompok jauh lebih mudah karena mereka merasa "aman" di dalam jumlah yang banyak.
Kalau saya ada problem dengan satu orang yah paling mendiamkan sebentar, karena capek marah-marah lagian udah tua marah mulu, ngomel mulu kayak nasehati bocah kemarin sore padahal udah pada dewasa. Nanti setelah reda gondok saya baru deh saya mulai pendekatan lagi, tanpa harus saya ajak-ajak teman untuk mendiamkan pula orang yang beda pendapat dengan saya. Hadapi aja sendiri, biar belajar dewasa menghadapi masalah.
Seperti petinju yang menghadapi lawannya tanpa harus ajak penonton untuk ikutan tinju juga di ring. Hadapi sendiri!!!
Itulah Gentlement, tanpa jadi pengecut harus mendiamkan dengan mengumpulkan masa biar ikutan strategi dia tersebut.
Efek Ikut-ikutan
Biasanya sih yang gak suka sama kita hanya satu atau dua orang yang punya masalah dengan kita.
Sisanya kemana?
Sisanya hanya ikut-ikutan aja mendiamkanmu karena kalau gak ikutan maka mereka akan jadi korban berikutnya. Maka itu mereka hanya ikutan aja padahal gak mau ikutan, yah alesannya seperti yang udah saya sebutkan diatas tadi.
Biasanya ada si Manipulatif dan si Kompor.
Si Manipulatif
Ialah si Sutradara, otak dari gerakan silent treatment ini. Dia biasanya tidak akan bergera secara terang-terangan di depan umum, karena dia ingin menjaga citranya tetap bersih sebagai "orang baik".
Dia akan meracuni fikiran orang lain secara pelan-pelan. Dia akan mendekati anggota kelompok secara satu persatu atau secara personal.
Misalnya Melempar narasi:
" Eh, Lo ngerasa gak sih si Eka itu belakangan agak berbeda? Gue sih gak bermaksud jelek ya, cuma kasian aja sama kelompok kita kalau diginiin terus..."
(Cuma contoh yah hehehe)
Motifnya Apa Sih si Manipulatif ini?
Biasanya sih karena iri, merasa tersaingi, merusak kenyamanan kelompok atau ingin mempertahankan dominasi dan kontrol dalam kelompok tersebut itu.
Dia memanipulasi emosi orang lain agar merasa menjadi korban dari kita, padahal dialah yang sedang bermain korban (playing victim).
Si Kompor
Kalau si Manipulatif itu sutradaranya, berbeda dengan si Kompor, dia akan jadi aktor utamanya. Dialah yang akan mengeksekusikan rencana di lapangan. Energi orang ini meledak banget untuk menghantam aksinya ke kita untuk Silent Treatment tersebut.
Si Kompor ini akan memimpin aksi nyatanya.
Yaitu dengan cara mengabaikan chat Anda di grup, di perbincangan dengan teman lainnya memotong pembicaraan, atau melempar sindiran tajam agar anggota kelompok melihat dan mengikuti contohnya.
Ini real banget sih, bagi saya kocak banget. Lucu banget tau sikap kekanak-kanakan seperti ini. Sayang banget sih energi seperti ini di lancarkan hanya untuk mengompori teman, padahal untuk jualan atau mempengaruhi calon pelanggan bisa cuan.
Ngapain Energi Si Kompor Melakukan Hal Ini?
Si kompor ini biasanya berfikir kritis yang amat sangatlah renda. Dia mudah disetir oleh si Manipulatif karena ingin terlihat royal, ingin mendapatkan pengakuan dari kelompoknya atau sekadar mencari panggung untuk terlihat "pahlawan" membela kelompok.
Kenapa Sisa Kelompok Lain Ikutan Silent Treatment Juga?
Ada dari mereka gak ada masalah dengan kita, bahkan biasa aja kalau ngobrol dengan kita. Mereka itu sebenernya takut aja, murni TAKUT.
Mereka berfikir: " Ah daripada gue bela si Eka kalau nanti takut gue didepak dan dikucilkan berikutnya lagi. Mendingan gue cari aman aja deh ikutan mendiamkan juga. "
4 Langkah Elegan Menghadapi Kelompok yang Mendiamkanmu
Jika Anda sedang berada dalam situasi kayak gini, tenang aja jangan panik. Saya kasih solusi elegan nih cuma 4 langkah ini aja kok.
1. Jangan Pernah Mengemis Perhatian Ke Mereka
Tau gak tujuan utamanya dalam silent treatment yang mereka lakuin ke Anda itu cuma ingin melihat Anda cemas, bingung, dan akhirnya memohon-mohon maaf tanpa kejelasan.
Jangan kasih mereka kepuasan kayak gini.
Tetap bersikap seperti biasa. Kalau berpapasan, tatap mata mereka dengan tenang gak perlu sinis, gak perlu juga senyum berlebihan.
Tunjukan hidup Anda berarti dan produktivitas gak goyah sedikitpun.
Gila sih kalau menurut saya mendingan adu jotos ketimbang hal seperti ini hehehe, namun langkah ini lebih baik Anda lakukan yaitu tunjukan kalau Anda berarti dan tetap produktif gak mesti di mata mereka. Bismillah aja karena Alloh, kita lakuin yang terbaik...
2 Tembak Langsung Ke Satu Orang Yang paling Dekat
Kalau gerombolan susah dipatahkan bagaikan sapu yang susah dipatahkan kalau setiap lidi bersatu. Anda pecah satu lidi, satu persatu, atau cari yang paling dekat dengan mereka.
Kasih tau ke satu orang itu:
" Mas, gue perhatiin akhir-akhir ini suasana gak kayak biasanya. Agak beda deh. Emang ada apa?
Kalau ada yang salah dari sikap gue atau kata-kata gue yang keliru. Tolong omongin langsung aja secara blak-blakan, biar jelas salahnya dimana biar kita kelarin. "
Jika orang itu ngomong gak tau atau menghindar, Selamat!!
Anda udah menang secara moral karena Anda telah menunjukkan kedewasaan dan iktikad baik, sementara mereka tetap memilih hidup dengan pengetahuan mereka yaitu kanak-kanak itu. Tanpa berubah walau umur telah naik dan anak semakin besar.
3. Batasi Emosi Anda
Daripada yah Anda capek-capek memilih untuk membuka komunikasi dengan mereka, namun mereka tetap melakukan hal yang sama. Mendingan fokus aja tentang kualitas diri Anda.
Fokus aja dengan kerjaan Anda, peningkatan kualitas diri, fokus ke Anak yang sedang Anda perhatikan.
Alihkan aja emosi dan kelelahan Anda untuk memikirkan orang-orang yang tidak menghargai Anda.
4. Bersinar di Tempat Lain
Cara selanjutnya yaitu yah cari yang lebih menghargai adanya diri Anda. Cari circle baru yang akan menunjukan kal;au Anda itu bisa jauh lebih berkembang dan bahagia tanpa mereka.
Mereka juga bakal gigit jari kok. Lho kok cara gue ini gak berhasil bikin dia murung, sedih dan gak berguna. Kok dia tambah bahagia yah...
Carilah komunitas baru, bisnis baru, kenalan baru, lingkungan baru. Saat mereka melihat Anda tetap sukses dan punya relasi yang lebih berkualitas, senjata silent treatmentnya pun jadi gak berguna atau tumpul...
Selamat Anda sudah lebih dewasa melangkah lebih jauh dari mereka yang hanya circle nya itu-itu aja, caranya itu-itu aja. Hahaha basi lho (balas ini dalam hati aja)... Muke lo jauh (hehehe).
Kesimpulan Cara Menghadapi Silent Treatment
Anda Gak Berharga Rendah Bro!!!
Dikucilkan bukan berarti kita adalah orang buruk. Seringkali itu kayak seleksi alam untuk menseleksi mana circle pertemanan baik atau mana pertemanan yang kurang baik (toxic).
Tetaplah bersinar bagai mentari, tetaplah jadi bintang bagaikan bintang dilangit.
Jadilah dewasa dengan penuh pembelajaran setiap hari tanpa henti, yang akan menuju jalan akhir yaitu kematian. Dewasa itu sulit namun gak dewasa terus-menerus nambah sulit hidupmu.
🚀 Yuk Bekerja Sama Bareng ekagoblog.com
Bantu Penulis biar makin Semangat Nulisnya:
Kamu bisa langsung transfer ke rekening BSI: 7237117300





Social Media